Skip to main content

The art of teaching self defense

Self defense di sini bukan berarti "beladiri" dalam pengertian martial arts, melainkan pembelaan diri yang biasa diajarkan kepada wanita dan orang tua dalam keadaan terdesak, ya boleh dibilang beladiri praktis.

Banyak sekali instruktur self defense saat ini mengajarkan terlalu banyak teknik sekaligus dengan asumsi bahwa para peserta latihan dapat menyerap semua teknik teknik tersebut. Mungkin ada benarnya, tapi dengan terlalu banyaknya teknik yang diajarkan kepada perserta yang sebagian besar memiliki latar belakang fisik lemah (tua, kurang olahraga, tidak punya background MA) akan berdampak terhadap kualitas teknik yang dihasilkan. Apalagi, sebagian besar kursus kursus self defense semacam ini biasanya berlangsung singkat (6 bulan - 1 tahun).

Pada kursus pertama, sebaiknya para peserta diberi motivasi dan pengarahan-pengarahan mengenai apa yang akan dihadapi, bentuk latihan, dan hal hal yang relevan lainnya. Di tahap ini mungkin sebuah demonstrasi ringan dari para instruktur, atau peserta senior dapat diselipkan.

Pelajaran pertama haruslah merupakan teknik-teknik dasar yang umum, biasanya para instruktur kelas self defense semacam ini berlatar belakang beladiri yang beragam, dan bahkan sebagian besar melakukan cross train dalam beladiri-beladiri lainnya. Terkadang mereka lupa mengenai hal yang terpenting dalam pembelaan diri "keamanan", dan malah lebih memfokuskan --kalau tidak memaksakan-- teknik-teknik showy dan rumit dibandingkan dengan teknik yang sama sama efektif tetapi lebih sederhana.

Saya sebagai praktisi beladiri sebenarnya juga menyenangi teknik-teknik rumit yang rapi dibandingkan dengan teknik yang simpel dan cenderung berantakan, walaupun tingkat keefektifitasnya sama. Tetapi, di dalam situasi riil, teknik teknik yang rumit justru tidak menguntungkan.

Untuk maju ke materi berikutnya sebaiknya tidak terlalu cepat. Kemajuan teknik haruslah sesuai dengan kematangan teknik sebelumnya. 1 teknik yang dilatih seribu kali itu lebih baik dari seribu teknik yang dilatih sekali.

Terakhir, tanamkan kepada peserta latihan bahwa tidak mungkin di dalam situasi hidup-dan-mati, atau situasi di mana sang peserta dipaksa untuk mempertahankan diri dapat keluar dengan tidak terluka sedikitpun. Bahkan seseorang yang ahli sekalipun pasti akan terkena 1-2 pukulan. Tujuan self defense  terutama adalah untuk dapat keluar dari situasi-situasi tersebut dengan nyawa masih melekat ke tubuh. Teknik fisik bukan satu satunya jalan menuju keselamatan, tidak melawan untuk menyelamatkan nyawa diri sendiri dan orang lain juga merupakan bentuk self defense.

Comments

Popular posts from this blog

how I feel about writing

writ·ing ˈrÄ«diNG/ noun 1 . the activity or skill of marking coherent words on paper and composing text. "parents want schools to concentrate on reading, writing, and arithmetic" Hello everyone! (like anyone would read this anyway!). It has been a long time since I posted anything here. Man, I even forgot the URL for this! haha!. I think my writing skills also dropped a few levels. You see, I've been observing what has been happening all around me for the past two years. I even took a peek at some foreign issues ( I was only focusing on the Middle East back then, I now look at some things in Europe and US too). I peeked at some writings that are floating around the internet and printed materials (for my research on global issues), and found something interesting: Most of them are basing their sources on a rather unreliable source: blogs and opinion articles! So I did some research on the matter (obviously). What I found was even sho...

Shorinjiryu Kenkokan Karate -- love at second punch!

It all began when I got a text from a friend of mine which sounded a bit like "Hey! There will be a Karate Instructor willing coming here on Saturday!" which got me all exited! I then spent 6 hours trying to figure out who and from what Ryuha he is. Late at night, I got a reply that stated that an instructor named Hisataka Hiroshi will be instructing. Without delay I then googled the name up and trying to find any information about him and whatever information correlated to him. Well, what I found is rather intriguing: an Okinawan Karate Instructor, holding 6th dan (later I found out, he is actually an 8th) with a surname similar to the founder of the style: Hisataka Kori , I'm guessing he is the grandson (and heard about it too!), but I haven't found any information to verify this. I tried to contact my karate friends, but all of them are too scared or embarrassed to come. So in the end I text-ed my Aikido buddies, and one of them is excited to come an...

Kuro Obi -- sudut pandang seorang praktisi karate

Seperti judulnya, Kuro Obi (blackbelt) adalah sebuah film bertemakan beladiri. FIlm yang disutradarai Shunichi Nagasaki ini menampilkan beladiri Jepang yang paling mashyur -- Karate --. Berlatar pada tahun 1932 saat Jepang menguasai Manchuria, beberapa oknum militer Jepang mulai menggusur dojo-dojo karate untuk kepentingan mereka sendiri. Di tengah-tengah gejolak tersebut, seorang master karate dari dojo Shibahara  meneruskan sebuah tradisi turun temurun, yaitu menurunkan kuro obi  kepada muridnya yang dianggap layak untuk meneruskan alirannya. Film ini dibintangi tiga orang yang merupakan praktisi karate di kehidupan nyata mereka. Yagi Akihito , yang berperan sebagai Giryu, merupakan calon penerus dari Meibukan , sebuah cabang karate aliran Goju-Ryu. Kakek Yagi Akihito di kehidupan nyata merupakan murid langsung dari Chogun   Miyagi , pendiri karate Goju Ryu . Yagi sekarang memegang godan (V-Dan) dan merupakan ketua International Meibukan Goju Ryu Kara...