Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2012

Maaaaaaarrry me!

Sudah terlalu banyak temanku yang menikah 2 tahun belakangan ini. Sebenarnya, bagi lelaki apa sih untungnya menikah cepat-cepat? apa tergesa-gesa karena ini sudah tahun 2012? Seorang lelaki yang nantinya akan menjadi kepala keluarga haruslah matang secara moral, nalar, maupun materi. Memang, di pernikahan orang barat ada 'till death do us part' . Tapi kalau ketiga aspek penting itu tidak segera dipenuhi, kata death  atau part  akan datang lebih cepat dari yang semua duga. For me, I think I'll take my time. Allah has given me a plan, it won't be stalled by anyone. saya tidak akan memaksakan harus menikah, tapi saya tidak akan menundanya ketika saya rasa siap. Yaitu ketika ketiga aspek tersebut telah terpenuhi. Untuk teman-teman yang belum menikah, bersabarlah. Hal ini bukan seperti permainan 'pacar-pacaran' yang dikemudian hari dapat dihentikan secara sepihak. This is suppose to be for life. Dan hidup beberapa orang terletak di tangan anda, wahai te...

Karate do Kyohan and the Ever Expanding Karate

Buku yang bisa dikatakan 'kitab suci' untuk para praktisi karate, khususnya mereka yang beraliran  Shotokan.  Buku ini ditulis oleh Master   Funakoshi Gichin (1868-1957), orang yang bertanggungjawab memperkenalkan karate dari Okinawa ke mainland Japan . Karate do Kyohan adalah Master Text  yang menjelaskan secara rinci segala aspek yang diletakkannya di Shotokan. Hal yang menarik adalah terdapatnya beberapa perbedaan yang mencolok antara praktek kekinian dengan teori dasar yang diletakkan oleh Funakoshi Sensei. Dimulai dari degadrasi bentuk-bentuk serangan yang dipraktekkan, hingga ke nilai-nilai do  yang mulai menghilang, paling tidak di lingkungan sekitar penulis. Funakoshi Sensei, di Karate do Kyohan menuliskan paling tidak 7 macam serangan yang dieksekusi oleh tangan -- seiken, ippon ken, shuto, uraken, hiraken, empi, nukite . Sedangkan dalam praktek modern, seorang praktisi biasanya hanya mengetahui 5 macam saja ( seiken, shuto, uraken, empi ...

Mushin (無心); Etiquette of a Martial Artist

Setelah beberapa hari yang lalu saya mengikuti beberapa diskusi daring (baca: online) di sebuah grup pengurus besar sebuah organisasi olahraga di Indonesia. Saya ternyata cukup kecewa dengan sikap beberapa praktisi beladiri yang menurut pribadi saya tidak menunjukkan sikap yang benar sebagai seorang martial artist . Mushin (無心) secara harfiah berarti "tanpa pikiran", frase lengkapnya di ajaran Zen adalah Mushin no Shin (無心 の 心) atau 'pikiran tanpa pikiran ( the mind without mind )'. Ini diibaratkan sebagai sikap seorang pemula yang di pikirannya masih polos, terbuka dan terbebas dari pemikiran-pemikiran seperti takut, marah, ataupun ego. Pada dasarnya, segala sesuatu di sekitar kita adalah ilmu. Ilmu tidak harus berupa pengajaran langsung seperti layaknya hubungan guru dan murid di sekolah. Ilmu dapat diperoleh dari pengamatan, nasehat, maupun dari kritikan orang lain. Seorang praktisi beladiri seharusnya tidak merasa bangga dengan apa yang dimilikiny...