Skip to main content

Masyarakat dan Alergi Aparat

Masyarakat secara gamblang adalah sekelompok orang yang bersama-sama membentuk suatu sistem yang terdiri dari norma, nilai, dan aturan-aturan tidak tertulis, tetapi mengikat semua anggota yang berada di dalamnya.

Dinamika masyarakat selalu begejolak menurut nilai-nilai apa yang diperkenalkan ke dalam masyarakat tersebut. Nilai-nilai tersebut haruslah diperkenalkan oleh seseorang atau suatu institusi di dalam masyarakat tersebut yang secara relatif berpengaruh besar di dalam masyarakat tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aparat adalah suatu badan pemerintahan, pegawai negeri, atau alat negara. (lihat aparat)

Masyarakat sejak awal dibentuknya selalu berjalan sesuai dengan norma yang dibangun bersama, beberapa masyarakat sudah memiliki norma tersebut sejak lama, sedang sebagian yang lain membangun norma-norma tersebut dari awal dengan berpatokan kepada norma-norma atau nilai-nilai yang sudah ada pada diri masing-masing pendiri masyarakat tersebut.

Suatu badan pemerintahan merupakan suatu institusi di dalam masyarakat yang berfungsi memantau dan mengatur hal-hal yang berhubungan dengan penegakan norma-norma masyarakat yang telah terlebih dahulu berlaku.

Namun, apa yang berlaku saat ini adalah merupakan suatu fenomena yang menarik untuk di bahas. Pemerintah saat ini merupakan sebuah institusi yang berada di luar masyarakat dengan fungsi yang hampir sama.

Masyarakat saat ini percaya bahwa pemerintah adalah bukan bagian dari mereka, melainkan suatu entitas lain yang berada jauh diluar jangkauan norma-norma yang berlaku, bahkan dijadikan patokan untuk penambahan nilai-nilai baru pada norma masyarakat.

Sebut saja kolusi, korupsi, dan segala macam nepotisme adalah suatu nilai baru yang telah ditambahkan kepada masyarakat yang telah sukses mengubah paradigma dan menganggap bahwa itu adalah hal yang "biasa" apabila dilakukan oleh aparat pemerintah.

Oleh karena masyarakat sudah terlanjur menganggap pemerintah sebagai bagian yang berada di luar mereka, maka masyarakat dengan segala upaya berusaha untuk menghindari segala macam interaksi dan konfrontasi dengan pemerintah, sebab dengan beradanya pemerintah di luar masyarakat mengakibatkan hukuman sosial atau sanksi masyarakat terhadap pemerintah tidak berlaku karena tidak menganut norma dan nilai yang sama dengan mereka.

Oleh karena cakupan layanan pemerintah yang banyak bersinggungan dengan masyarakat dan keengganan masyarakat dalam berinteraksi dengan pemerintah menyebabkan suatu penyakit masyarakat yang baru, yaitu sikap apatis masyarakat. Sikap apatis ini tidak hanya ditujukan terhadap aparat pemerintahan, tetapi juga berlanjut kepada sesama anggota masyarakat, karena untuk banyak perkara, interaksi sosial antar anggota masyarakat juga harus bersinggungan dengan aparat.

Sebagai contoh adalah fenomena nasional yang terjadi kepada hubungan masyarakat dan kepolisian. Sudah menjadi paradigma umum bahwa kepolisian hanya menggunakan masyarakat dan masalah pada masyarakat untuk mendapatkan harta dan merugikan masyarakat. Hal ini menyebabkan sikap apatis masyarakat terhadap masalah anggota masyarakat lainnya demi melindungi diri sendiri (self preservation) dan meminimalisir interaksi terhadap aparat.

Sekarang kita dengan mudah mendapati anggota masyarakat yang secara jelas melihat sebuah kecelakaan lalu lintas tetapi tidak melakukan apa-apa terhadap korban, ataupun berinisiatif memanggil bantuan. Masyarakat menganggap bahwa dengan melakukan hal tersebut, mereka akan berinteraksi dengan aparat pemerintah menyebabkan kerugian material bagi dirinya sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

how I feel about writing

writ·ing ˈrÄ«diNG/ noun 1 . the activity or skill of marking coherent words on paper and composing text. "parents want schools to concentrate on reading, writing, and arithmetic" Hello everyone! (like anyone would read this anyway!). It has been a long time since I posted anything here. Man, I even forgot the URL for this! haha!. I think my writing skills also dropped a few levels. You see, I've been observing what has been happening all around me for the past two years. I even took a peek at some foreign issues ( I was only focusing on the Middle East back then, I now look at some things in Europe and US too). I peeked at some writings that are floating around the internet and printed materials (for my research on global issues), and found something interesting: Most of them are basing their sources on a rather unreliable source: blogs and opinion articles! So I did some research on the matter (obviously). What I found was even sho...

Shorinjiryu Kenkokan Karate -- love at second punch!

It all began when I got a text from a friend of mine which sounded a bit like "Hey! There will be a Karate Instructor willing coming here on Saturday!" which got me all exited! I then spent 6 hours trying to figure out who and from what Ryuha he is. Late at night, I got a reply that stated that an instructor named Hisataka Hiroshi will be instructing. Without delay I then googled the name up and trying to find any information about him and whatever information correlated to him. Well, what I found is rather intriguing: an Okinawan Karate Instructor, holding 6th dan (later I found out, he is actually an 8th) with a surname similar to the founder of the style: Hisataka Kori , I'm guessing he is the grandson (and heard about it too!), but I haven't found any information to verify this. I tried to contact my karate friends, but all of them are too scared or embarrassed to come. So in the end I text-ed my Aikido buddies, and one of them is excited to come an...

Kuro Obi -- sudut pandang seorang praktisi karate

Seperti judulnya, Kuro Obi (blackbelt) adalah sebuah film bertemakan beladiri. FIlm yang disutradarai Shunichi Nagasaki ini menampilkan beladiri Jepang yang paling mashyur -- Karate --. Berlatar pada tahun 1932 saat Jepang menguasai Manchuria, beberapa oknum militer Jepang mulai menggusur dojo-dojo karate untuk kepentingan mereka sendiri. Di tengah-tengah gejolak tersebut, seorang master karate dari dojo Shibahara  meneruskan sebuah tradisi turun temurun, yaitu menurunkan kuro obi  kepada muridnya yang dianggap layak untuk meneruskan alirannya. Film ini dibintangi tiga orang yang merupakan praktisi karate di kehidupan nyata mereka. Yagi Akihito , yang berperan sebagai Giryu, merupakan calon penerus dari Meibukan , sebuah cabang karate aliran Goju-Ryu. Kakek Yagi Akihito di kehidupan nyata merupakan murid langsung dari Chogun   Miyagi , pendiri karate Goju Ryu . Yagi sekarang memegang godan (V-Dan) dan merupakan ketua International Meibukan Goju Ryu Kara...