Skip to main content

Semangat yang Hilang


Ini adalah catatan mengenai sikap seorang bushi atau pelaku beladiri yang saat ini mulai terlihat sangat tergerus dan terkikis oleh semangat sportivitas. Ironis bukan? peng-olahraga-an beladiri telah melahirkan beberapa "penyakit" yang sangat bertentangan dengan semangat asli beladiri.

Setiap disiplin beladiri, terutama yang berasal dari pasifik (Jepang, Cina, Okinawa) memiliki filosofi khusus yang mendasari setiap bentuk, kombinasi gerakan, maupun sikap para praktisinya. Hal ini yang menyebabkan disiplin yang satu berbeda dari disiplin yang lainnya. Padahal, pada hakikatnya hampir semua beladiri yang mendasarkan pengajarannya pada gerakan-gerakan memukul (atemi) merupakan pengulangan yang sama dari beladiri lainnya.

Hanya ada sekian banyak cara untuk menggerakkan tungkai tubuh manusia secara efisien, tidak sebanding dengan jumlah varian yang terdapat di daerah Pasifik saja. Hal ini membuktikan bahwa banyak diantara beladiri-beladiri tersebut yang memiliki teknik memukul yang sama. Jika disandingkan satu persatu, maka tidak akan terlihat perbedaan yang jelas diantara disiplin-disiplin tersebut.

Filosofi yang disebutkan tadi lah yang membedakan antara satu beladiri dengan lainnya. Di masa sekarang, di mana teknik/waza lebih penting daripada do tao sebuah beladiri, perbedaan tersebut semakin kabur. Serta pegangan seorang pendekar menjadi perlahan-lahan hilang, menyebabkan hilangnya kendali moral seorang bushi dan hilangnya semangat dan trade secret dari sebuah beladiri.

MMA memang menarik dalam pandangan teknikal seorang altlet. Tetapi dalam sudut pandang seorang praktisi beladiri timur, semangat beladirinya telah hilang. UFC telah menjadi semacam tontonan orang berkelahi saja.

Sebaiknya para generasi muda mulai menggali kembali nilai nilai seorang bushi, patuh pada kejujuran, menjaga sopan santun, belas kasihan, berjiwa ksatria, dan juga berusaha untuk membela kebenaran serta rendah hati. Sebaiknya kembali seperti seorang sabuk putih yang masih polos dan justru menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

how I feel about writing

writ·ing ˈrīdiNG/ noun 1 . the activity or skill of marking coherent words on paper and composing text. "parents want schools to concentrate on reading, writing, and arithmetic" Hello everyone! (like anyone would read this anyway!). It has been a long time since I posted anything here. Man, I even forgot the URL for this! haha!. I think my writing skills also dropped a few levels. You see, I've been observing what has been happening all around me for the past two years. I even took a peek at some foreign issues ( I was only focusing on the Middle East back then, I now look at some things in Europe and US too). I peeked at some writings that are floating around the internet and printed materials (for my research on global issues), and found something interesting: Most of them are basing their sources on a rather unreliable source: blogs and opinion articles! So I did some research on the matter (obviously). What I found was even sho...

Shorinjiryu Kenkokan Karate -- love at second punch!

It all began when I got a text from a friend of mine which sounded a bit like "Hey! There will be a Karate Instructor willing coming here on Saturday!" which got me all exited! I then spent 6 hours trying to figure out who and from what Ryuha he is. Late at night, I got a reply that stated that an instructor named Hisataka Hiroshi will be instructing. Without delay I then googled the name up and trying to find any information about him and whatever information correlated to him. Well, what I found is rather intriguing: an Okinawan Karate Instructor, holding 6th dan (later I found out, he is actually an 8th) with a surname similar to the founder of the style: Hisataka Kori , I'm guessing he is the grandson (and heard about it too!), but I haven't found any information to verify this. I tried to contact my karate friends, but all of them are too scared or embarrassed to come. So in the end I text-ed my Aikido buddies, and one of them is excited to come an...

Kuro Obi -- sudut pandang seorang praktisi karate

Seperti judulnya, Kuro Obi (blackbelt) adalah sebuah film bertemakan beladiri. FIlm yang disutradarai Shunichi Nagasaki ini menampilkan beladiri Jepang yang paling mashyur -- Karate --. Berlatar pada tahun 1932 saat Jepang menguasai Manchuria, beberapa oknum militer Jepang mulai menggusur dojo-dojo karate untuk kepentingan mereka sendiri. Di tengah-tengah gejolak tersebut, seorang master karate dari dojo Shibahara  meneruskan sebuah tradisi turun temurun, yaitu menurunkan kuro obi  kepada muridnya yang dianggap layak untuk meneruskan alirannya. Film ini dibintangi tiga orang yang merupakan praktisi karate di kehidupan nyata mereka. Yagi Akihito , yang berperan sebagai Giryu, merupakan calon penerus dari Meibukan , sebuah cabang karate aliran Goju-Ryu. Kakek Yagi Akihito di kehidupan nyata merupakan murid langsung dari Chogun   Miyagi , pendiri karate Goju Ryu . Yagi sekarang memegang godan (V-Dan) dan merupakan ketua International Meibukan Goju Ryu Kara...