Ini adalah catatan mengenai sikap seorang bushi atau pelaku beladiri yang saat ini mulai terlihat sangat tergerus dan terkikis oleh semangat sportivitas. Ironis bukan? peng-olahraga-an beladiri telah melahirkan beberapa "penyakit" yang sangat bertentangan dengan semangat asli beladiri.
Setiap disiplin beladiri, terutama yang berasal dari pasifik (Jepang, Cina, Okinawa) memiliki filosofi khusus yang mendasari setiap bentuk, kombinasi gerakan, maupun sikap para praktisinya. Hal ini yang menyebabkan disiplin yang satu berbeda dari disiplin yang lainnya. Padahal, pada hakikatnya hampir semua beladiri yang mendasarkan pengajarannya pada gerakan-gerakan memukul (atemi) merupakan pengulangan yang sama dari beladiri lainnya.
Hanya ada sekian banyak cara untuk menggerakkan tungkai tubuh manusia secara efisien, tidak sebanding dengan jumlah varian yang terdapat di daerah Pasifik saja. Hal ini membuktikan bahwa banyak diantara beladiri-beladiri tersebut yang memiliki teknik memukul yang sama. Jika disandingkan satu persatu, maka tidak akan terlihat perbedaan yang jelas diantara disiplin-disiplin tersebut.
Filosofi yang disebutkan tadi lah yang membedakan antara satu beladiri dengan lainnya. Di masa sekarang, di mana teknik/waza lebih penting daripada do / tao sebuah beladiri, perbedaan tersebut semakin kabur. Serta pegangan seorang pendekar menjadi perlahan-lahan hilang, menyebabkan hilangnya kendali moral seorang bushi dan hilangnya semangat dan trade secret dari sebuah beladiri.
MMA memang menarik dalam pandangan teknikal seorang altlet. Tetapi dalam sudut pandang seorang praktisi beladiri timur, semangat beladirinya telah hilang. UFC telah menjadi semacam tontonan orang berkelahi saja.
Sebaiknya para generasi muda mulai menggali kembali nilai nilai seorang bushi, patuh pada kejujuran, menjaga sopan santun, belas kasihan, berjiwa ksatria, dan juga berusaha untuk membela kebenaran serta rendah hati. Sebaiknya kembali seperti seorang sabuk putih yang masih polos dan justru menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut.
Hanya ada sekian banyak cara untuk menggerakkan tungkai tubuh manusia secara efisien, tidak sebanding dengan jumlah varian yang terdapat di daerah Pasifik saja. Hal ini membuktikan bahwa banyak diantara beladiri-beladiri tersebut yang memiliki teknik memukul yang sama. Jika disandingkan satu persatu, maka tidak akan terlihat perbedaan yang jelas diantara disiplin-disiplin tersebut.
Filosofi yang disebutkan tadi lah yang membedakan antara satu beladiri dengan lainnya. Di masa sekarang, di mana teknik/waza lebih penting daripada do / tao sebuah beladiri, perbedaan tersebut semakin kabur. Serta pegangan seorang pendekar menjadi perlahan-lahan hilang, menyebabkan hilangnya kendali moral seorang bushi dan hilangnya semangat dan trade secret dari sebuah beladiri.
MMA memang menarik dalam pandangan teknikal seorang altlet. Tetapi dalam sudut pandang seorang praktisi beladiri timur, semangat beladirinya telah hilang. UFC telah menjadi semacam tontonan orang berkelahi saja.Sebaiknya para generasi muda mulai menggali kembali nilai nilai seorang bushi, patuh pada kejujuran, menjaga sopan santun, belas kasihan, berjiwa ksatria, dan juga berusaha untuk membela kebenaran serta rendah hati. Sebaiknya kembali seperti seorang sabuk putih yang masih polos dan justru menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut.

Comments
Post a Comment